Mengejar Hak, Lupa Kewajiban August 28, 2011
Posted by merenung in Serba-serbi.Tags: moral, puasa, ramadhan
trackback
Sebentar lagi, (kalau bukan kita yang meninggalkan Ramadhan), Bulan Yang Penuh Rahmah ini akan segera meninggalkan kita. Bulan dimana kita diberikan kesempatan untuk menggapai sebanyak-banyaknya Rahmah dan Ampunan ALLAH, sampai puncaknya terbebas dari api neraka (Mercy, Forgiveness and Freedom From Hell). Sayang bulan Yang di-Muliakan ini lewat begitu saja kecuali sedikit sekali yang telah kita dapatkan.
Terlalu sedikitnya yang kita dapat, seringkali justru disebabkan oleh terlalu fokusnya kita mengejar hak-hak kita dan abai terhadap kewajiban kita. Kalapun kita meyakini ALLAH telah menjamin hak-hak kita, walau itu memang perlu kita upayakan, bukankah upaya itu juga merupakan kewajiban kita. Lalu bagaimana kita mengharap ALLAH memberikan hak itu kepada kita, jika kita justru tidak memenuhi kewajiban-kewajiban kita. Bahkan untuk merebut apa yang sering kita sebut hak itu, kita sering langgar semua adab, etika, moral bahkan hukum-hukum. Seolah hak itu harus direbut dengan cara semacam apapun.
Tetapi hidup memang pilihan. Bak pepatah gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak. Kita tak melihat kewajiban kita, tetapi sibuk memburu hak-hak kita. Bukankah hak dan kewajiban adalah sekeping mata uang dua sisi yang tidak bisa dipisahkan?
Puasa ini memang untuk ALLAH. Bukan hanya dengan menjauhi yang haram, tapi justru menahan diri dari yang halal. Karenanya “yang haram aja susah, apalagi yang halal” bukanlah untuk orang yang beriman, demikian ustadz Arifin Ilham di radio saat memberikan kultum sore ini. Menghindari yang haram itu memang biasa dan sudah seharusnya, tapi mengendalikan yang halal memang bukan perkara mudah. Seperti talaq (cerai), barang halal yang dibenci ALLAH, pasti masih banyak barang-barang halal lainnya yang musti hati-hati kita upayakan, walau itu dengan alasan menuntut hak. Konsentrasilah pada kewajibanmu, dengan etika dan adab-adabmu, semoga ALLAH memenuhi hak-hakmu, tanpa perlu keraguanmu.
Ya ALLAH, banyak sekali kesempatan yang kami sia-siakan. Sampaikan umur kami agar bertemu Ramadhan yang akan datang.

Comments»
No comments yet — be the first.