jump to navigation

Bacalah ! Ayat-ayat Cinta March 7, 2008

Posted by merenung in Serba-serbi.
trackback

Barusan aku nonton film Ayat-ayat Cinta. Walaupun awalnya segan untuk nonton, tapi karena yang ngajak istri tercinta, agak terpaksa pergi juga.

Sejak sekolah dulu, kalau pernah baca buku Sin Tiaw Hiap Lu (bener gak ya tulisannya?) cerita tentang Kwee Tjeng setelah di film-kan dengan judul Memanah Burung Rajawali, walaupun nyewa video betamax berseri-seri, tidak juga sebagus bukunya. Apalagi film layar lebarnya. Sama halnya dengan Cintaku Di Kampus Biru-nya Ashadi Siregar (?), filmnya juga sulit menyaingi bukunya.

Ini novel Ayat-ayat Cinta yang kebetulan (entah kenapa) aku sudah baca juga (setua ini baca novel…he…he…he….., gak apa-apa toh? yang penting beli novel-nya, jangan softcopy dari internet), di film kan. Karena sudah banyak referensi (bahkan Harry Potter sekalipun) film layar lebar tidak sebagus bukunya, maka aku sudah set dahulu di kepala untuk tidak berharap banyak agar tidak kecewa. Bener juga………, jauh dari yang kita baca di novel-nya. Walau tidak terlalu kecewa. Paling tidak sudah membahagiakan istriku.

Bagi yang belum baca novel-nya (seperti istriku), silahkan nonton filmnya. Lumayan bagus kok ceritanya. Para suami, ajak istrinya nonton film Ayat-ayat Cinta. Habis itu, ke toko buku untuk beli novel-nya. Lebih bagus dan lengkap ceritanya.

Jadi teringat mengapa Al Qur’an memerintahkan “Bacalah !”. Bukan perhatikanlah, saksikanlah, lihatlah, amatilah, atau kata perintah lainnya. Ternyata melihat dan mendengar itu sudah didapat dengan cara membaca saja. Dengan membaca, akal menjadi terlibat dan akan menghasilkan pengelihatan dan pendengaran yang jauh lebih sempurna dari melihat dan mendengar itu sendiri.

Mengutip Ramaditya di acara K!ck Andy, kalau tidak salah ingat seperti ini

“Orang yang dapat melihat (awas) memikirkan apa yang mereka lihat, sementara kami yang tidak melihat (tuna netra) melihat apa yang kami pikirkan”.

Maka “Bacalah !”

Comments»

1. Intermezzo « Iluni-30789’s Weblog - March 7, 2008

[…] Yang udah baca novel-nya, harus siap mental menerima kenyataan bahwa film yang diangkat dari novel tidak pernah bisa menandingi bukunya (kalau tidak mau dibilang mengecewakan). Kalau mau lihat pendapatku tentang film itu bisa lihat di weblog-ku. […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: