jump to navigation

We still be Mosleem March 11, 2008

Posted by merenung in Simple.
trackback
Ingat banjir, ingat peristiwa banjir di Mina yang sempat aku alami, jadi ingat percakapan singkat bule American Mosleem dengan orang Jawa Indonesia. Saat itu mereka berdua duduk di teras Masjidil Haram menghadap Ka’bah. Bincang sana-sini akhirnya obrolan sampai pada cerita tentang Ka’bah kebanjiran dan terendam air setinggi leher orang dewasa. Peristiwa terendamnya Ka’bah memang tidak hanya sekali saja. Karenanya si bule bertanya kepada si Jawa, “My brother, what happen to us if the water raise so high to the top of Ka’bah?”. Si Jawa berfikir kompleks, karena pas di depan Ka’bah dan pas musim haji, yang ada di kepalanya hanya pertanyaan, “Bagaimana tawaf-nya ya, kalau Ka’bah terendam seluruhnya?”. Melihat si Jawa tercenung cukup lama sambil menerawang kesana-kemari, si bule pun menjawab dengan ringan; “Don’t worry my brother, we still be Mosleem”.
He…he…..he…………., “so what gitu loh………”

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: