jump to navigation

Apa Fungsinya? March 24, 2008

Posted by merenung in Kehidupan.
Tags: , , ,
trackback

Kawan baikku yang rajin mengaji, sore tadi melongokkan kepala ke ruang kerja sambil tanya; “Apa fungsi pengelihatan, pendengaran, ucapan dan qolbu?”. Agak sedikit terkaget, karena memang minggu lalu dia cerita, bahwa Ustadz-nya membekali long week end (libur 4 hari) -nya dengan pertanyaan itu tadi.  Maksudnya tentu bukan menanyakan fungsi mata, telinga dan mulut atau jantung semata. Ternyata, long week end-nya memang tidak memberikan kesempatan untuk memikirkannya. Sore ini, dengan sedikit terburu-buru, dia harus mengumpulkan tugasnya.

“Kalau pengelihatan, pendengaran dan ucapan, akhirnya gue menyimpulkan fungsinya untuk berzikir. Zikrullah. Gimana kalau menurut elu?”. Ah, mantab, pikirku. Sebenarnya aku ingin menjawab berurutan, tapi dia sudah menyimpulkan, dan kesimpulan itu mirip-mirip dengan isi kepalaku. Akupun mengangguk-angguk tanda setuju. “Ya, memang itu fungsinya”.

Apakah pengelihatan, pendengaran dan ucapan kita sudah meng-hantar-kan dan membawa kita ke zikrullah. Karena untuk itulah sesungguhnya pengelihatan, pendengaran dan ucapan kita. Itu menurut aku. Juga kawan baikku ini. Cakep!

“Kalau qolbu, apa dong?”, lanjutnya. Aku jawab; “Qolbu itu sensornya. Indikatornya. Tolok ukurnya. Meterannya”. Dia mengangguk tanda setuju.

Kalau di dashboard mobil ada speedometer, lain halnya di cockpit pesawat. Banyak sekali instrumen yang fungsinya sebagai sensor atau indikator. Mengukur ketinggian, kecepatan, posisi dan seterusnya. Ada tuas-tuas yang berdungsi untuk mengendalikan pesawat. GPS yang selalu menerima sinyal dari satelit menunjukkan koordinat keberadaan pesawat. Sudah rumit seperti itu -pun belum bisa dibandingkan dengan qolbu, yang lebih rigit dan halus. Kalau GPS menerima sinyal dari satelit, maka qolbu menerima sinyal dari sumber segala sumber, Yang Maha Kuasa, ALLAH SWT.

Semua monitor di qolbu berfungsi melaporkan semua ukuran yang berasal dari sinyal-sinyal yang diterimanya. Bak tuas kemudi, akal akan memerintahkan kita untuk mempercepat, memperlambat, belok kiri, belok kanan, mundur atau berhenti. Semua tergantung dari laporan yang terbaca oleh qolbu. Rasanya itu semua otomatis.

Maka sering kita berbuat sedemikian nyata kesalahannya, tapi kita sendiri tidak sadar bahwa apa yang dilakukan adalah kesalahan. Itu artinya sensor dan indikator kita buram atau tertutup kotoran. Bukan rusak dan tidak berfungsi. Ibarat GPS menerima sinyal dari satelit tetapi kacanya buram atau tertutup kotoran dan tidak dibersihkan, mana bisa kita melihat posisi kita saat itu. ALLAH SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak pernah menghentikan sinyal petunjuknya kepada kita semua. Qolbu (insyaALLAH), pasti menangkapnya. Bukan karena rusak dan tidak berfungsi, melainkan kita yang membiarkan qolbu kita buram tidak terawat dan tertutup kotoran. Lalu dari mana lagi kita mengambil referensi dalam kehidupkan kita ini?

Sering kali kita mendengar pilot mengandalkan ketrampilan yang bertumpu pada kemampuan visualnya untuk menerbangkan dan mendaratkan pesawatnya dengan selamat. Tapi, apakah kita bisa mengarungi dan menutup hidup kita dengan selamat tanpa mengindahkan qolbu kita?

Lalu apa fungsi penglihatan, pendengaran, ucapan dan qolbu? Supaya mendarat dengan selamat !

ALLAH jualah yang Maha Mengetahui.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: