jump to navigation

Bahagia (?) July 28, 2008

Posted by merenung in Kehidupan.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Sabtu kemarin aku diundang teman untuk ikut pengajian dikelompok pengajiannya. Berdua dengan istri aku datang agak kepagian. Jadinya aku agak celingukkan di tempat yang sedang direnovasi itu. Suatu gallery yang cukup asri dan apik dengan kolam renang kecil di halaman belakang yang cukup luas. Setelah berkumpul dan sedikit menunggu, akhirnya pak ustadz yang diundangpun hadir dengan membawa serta anak-anak yatim (piatu) dari suatu yayasan yang ada di Bogor.

Ternyata ini pertemuan yang ke-dua kelompok pengajian itu dan tema yang dibawakan pagi itu adalah “bahagia”. Tema (kata) yang sangat menarik dan tidak aku mengerti maknanya. Tausiah pagi itu memang berjalan biasa-biasa saja dan karena aku kurang mengerti arti kata bahagia itu, maka aku kurang bisa meresapi pengajian itu. Alhamdulillah makan siangnya enak-enak. Nasi bogana (?), sate ayam dan soto mie, ditemani es campur dan es cendol dengan beragam makanan kecil lengkap dengan kopi (susu) dan teh.

Saat pak ustadz coba interaktif dan meminta peserta untuk sharing, ada seorang perserta yang menyampaikan bahwa akhir-akhir ini dia merasa bahagia. Menurut ceritanya, ALLAH memberikan kebahagiaan yang bertubi-tubi dalam satu bulan ini. Umumnya seorang ibu, dia merasa sangat bahagia saat mendapati anak-anaknya sukses dalam sekolahnya dan seterusnya. Intinya, atas pemberian ALLAH (kelebihan) yang dia terima itu dia merasa bahagia dan sekaligus menyesali karena dia mendapati dirinya kurang dalam bersyukur.

Kalau melihat bagaimana cerita itu, mungkin itulah sebab mengapa kata bahagia itu tidak aku mengerti. Kalau di search di index Al Qur’an (terjemah Bahasa Indonesia), kata bahagia memang tidak dipergunakan. Yang ada dipakai adalah kata “senang”. Mungkin kata ini lebih cocok untuk dipergunakan, karena (umumnya) terkait dengan obyek (penyebabnya).

Walau kurang mengerti kata bahagia, untuk mengimbangi sharing ibu tadi, dan karena tidak ada lagi yang suka rela sharing, aku mencoba untuk menanggapi tawaran pak ustadz. Kalau ibu tadi diberikan kelebihan dan kemudian dia bahagia karenanya, aku ingin menceritakan bahwa aku bahagia (?) justru karena diberi kekurangan oleh ALLAH.

Kalaupun aku bisa merasakan manis, asin atau pahit, tapi aku tidak mengerti rasa makanan (apalagi menjelaskannya seperti pak Bondan dengan wisata kulinernya). Untuk rasa makanan, aku cuma punya satu referensi saja, yaitu nikmat. Selama ini, nasi uduk yang sudah “ngiler” (berlendir karena basi) pun bisa aku santap dengan nikmat. Makan nasi goreng dengan madu (kebetulan madu-nya waktu itu warna hitam dan aku kira itu kecap). Yang paling gres adalah tadi malam, ketika beli soto ayam untuk dimakan rame-rame serumah. Waktu aku menawari anakku tambah kecap manis, karena aku (sok tau) bilang “kayaknya kasinan deh”, ternyata anakku menolak sambil menjawab “papa kasih kecap asin kali?”. Aku sendiri heran, kenapa aku kasih tambah kecap manis (Cap Laron buatan Tuban), tapi ucapan yang keluar dari mulutku justru “asin”. Itulah yang terjadi mengapa aku bahagia (?) dengan kekuranganku ini. Semua makanan aku rasakan nikmat.

Banyaknya riwayat Nabi ALLAH yang justru merasa bahagia (?) saat diberikan kekurangan, sepertinya mengajarkan kita bahwa kata “bahagia” ini seharusnya tidak kita pergunakan. Mungkin seharusnya kata bahagia itu diganti dengan kata senang (untuk suatu hal) atau bersyukur. Dan selayaknya, apapun yang diberikan / ditetapkan oleh ALLAH untuk kita, baik berupa kelebihan ataupun kekurangan, selalu kita sikapi dengan bahagia (bersyukur, atau lebih lengkap ikhlas, sabar dan bersyukur).

Comments»

1. Julyono - August 17, 2008

terima kasih pak atas atas renungan ini , insyaAllah saya dapat memaknainya
wassalam wr .wb


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: