jump to navigation

Energi Batu October 7, 2008

Posted by merenung in Umum.
Tags: , , , , , ,
trackback

Ada buku yang cukup menarik untuk dibaca. Judulnya “Mukjizat Sains Dalam Al Qur’an”, Menggali Inspirasi Ilmiah, oleh Ir. H. Bambang Pranggono, MBA., IAI.

Tulisan terbagi dalam beberapa kelompok, seperti; angkasa, buana, samudra, flora fauna, kota, manusia dan ilmu.

Mungkin tidak perlu terlalu serius, bagiku buku ini cukup memberikan nuansa dari sudut yang berbeda dari Al Qur’an (dalam hal ini tentu saja sains). Pasalnya, sulit sekali menyediakan waktu untuk mencerna (dan memahami) dari berbagai sudut yang berbeda dengan segala keterbatasanku (apalagi dari sudut sains).

Salah satu tulisan dalam kelompok buana, dengan judul “Energi Batu” coba aku tulis disini, sebagai gambaran isi dari buku ini:

Ayat utama yang di-kutip (potong) adalah Al Baqarah (2): 74,

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّن بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاء وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّهِ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
Al Baqarah (2):74

Kutipan (potongan) surah Al Baqarah ayat yang ke 74,  yang diterjemahkan didalam buku (berbeda) ditulis  sebagai berikut:

Dan sungguh di antara batu-batu itu ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya. Dan sungguh diantaranya ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya. Dan sungguh di antaranya ada yang berubah wujud karena takut kepada Allah. (Q.S. Al Baqarah [2]: 74)

Dalam Al Qur’an, ada 18 ayat tentang batu. Diantaranya ayat tentang batu neraka (Q.S. Al Baqarah [2]: 24), ayat tentang umat durhaka dihujani batu dari langit (Q.S. Al Anfal [8]: 32), ayat tentang penghuni gunung batu (Q.S. Al Fajr [89]: 5), dan ayat tentang pasukan gajah yang dilempari batu panas (Q.S. Al Fiil [105]: 4). Islam memang tidak menyembah batu, tetapi Islam tidak terpisahkan dengan batu. Al Qur’an turun pertama kali di sebuah gua batu yang bernama Gua Hira, di puncak gunung batu yang bernama Jabal Nur. Lima kali sehari Muslim wajib shalat menghadap ke arah Ka’bah, bangunan yang tersusun dari batu purbakala. Di sudutnya menempel sebuah batu hitam yang dinamakan Hajar Aswad. Batu hitam ini dicium oleh Nabi Muhammad SAW dan semua orang Islam juga ingin menciumnya. Tak jauh dari sana, ada batu dengan bekas telapak Nabi Ibrahim yang disebut Maqam Ibrahim, juga dijadikan tempat shalat.

Ritual ibadah haji tidak sempurna tanpa melontar tiga jumrah di Mina dengan batu-batu kerikil. Di Yerusalem, ada batu yang konon adalah tempat mi’raj Nabi Muhammad SAW ke langit, kini berada di dalam bangunan segi delapan yang dinamakan Dome of The Rock (Kubah Batu). Batu juga yang digunakan sebagai batu nisan di seluruh dunia.

Ada apa dengan batu? Prof. Dr. Ir. H. Lilik Hendradjaya MSc, mantan Rektor ITB, mengatakan bahwa batu bersifat ferromagnetik, bisa terpolarisasi sehingga memiliki daya rekam informasi. Bacaan do’a dan zikir di dekat batu akan terekam, menempel dan terakumulasi membuat medan energi di sana. Apalagi bila hal itu berlangsung selama berabad-abad. Ini yang menjadikan sebagian batu itu seolah-olah berdaya magis sehingga dikeramatkan orang. Tetapi ada lagi kekuatan yang terpendam dalam batu. Batuan granit yang selama ini dipakai untuk lantai dan dinding bangunan, ternyata bisa menjadi sumber energi.

Granit berasal dari dalam perut bumi dan memiliki struktur pendingin internal yang menghalangi naiknya panas bumi ke permukaan. Di kedalaman 3 – 5 km, granit dengan panas 400 derajat Celcius terdapat dalam jumlah yang sangat besar. Jenis energi granit ini termasuk golongan geothermal dan dinamakan hot rock energy. Cara menangkapnya ialah dengan mengebor lubang sampai menembus lapisan granit panas. Kemudian mengalirkan air kedalamnya sampai terbentuk kolam di dalam retakan alaminya. Air akan mendidih dan dialirkan keatas melalui lubang lain. Uapnya memutar turbin yang menghasilkan listrik, lalu didinginkan dan dialirkan lagi ke dalam bumi. Amerika Serikat berencana membangun pembangkit listrik dari rock energy secara besar-besaran. Pada 2050, energi yang dihasilkan akan berjumlah 100 milyar watt, sama dengan jumlah daya seluruh pembangkit tenaga nuklir saat ini. Menurut Jefferson W Tester, engineer dari MIT, keunggulan hot rock energy adalah aman dari kebocoran radiasi, bebas polusi CO2 dan tidak mengakibatkan pemanasan global. ALLAH sudah memberi isyarat dalam surah Al Baqarah (2) ayat 74 tadi, tentang batu yang terbelah retak dan mengalirkan air. Tinggal manusia berfikir meneliti lebih lanjut. Wallaahu a’lam.

Coba aku tulis beberapa judul lain secara acak untuk lebih membuatnya menarik untuk dibaca:

Gunung Es di Angkasa, Unta Masuk Lubang Jarum, Bila Bulan Belah, Maglev di Madinah, Gunung Terbang, Ada Api di Lautan, Bebekpun Mandi Junub, Lebah Anti Atom, Ada Mekah di California, Tata Kota Amerika dari Islam, dan seterusnya, masih banyak lagi.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: