jump to navigation

Salah Lihat Porno October 20, 2008

Posted by merenung in Serba-serbi.
Tags: ,
trackback

Duduk sambil nonton TV menunggu keberangkatan di ruang tunggu, tiba-tiba aku dikejutkan oleh seseorang yang baru masuk ruangan dan menyapaku dengan ramah. Sambil mengulurkan tangannya dia berucap, “Selamat ya !”, ucapnya bersemangat. Aku yang dengan bingung berdiri menyambut uluran tangannya terpaksa berucap “Terima kasih. Tapi apa ya?”, sambil mencari-cari tentang apa ucapan selamat ini. “A…., saya salah ya?”, ucapnya meralat. “Tadi bukannya yang ujian?”, dia bertanya. “Bukan pak”, jawabku mantab.

Aku duduk kembali sementara orang tadi duduk di bangku kosong sebelahku.
“Saya pikir bapak tadi yang ujian. Soalnya mirip dengan bapak. Tapi mereka rombongan dengan istri, anak dan saudara-saudaranya. Makanya saya cari-cari, kok bapak sendirian”, kalimat panjang meluncur dari mulutnya. Aku manggut-manggut mendengarkan. Dia pikir aku yang tadi pagi ujian S3 dimana dia juga sedang kuliah. Usianya sebaya denganku. Dia terus bicara tentang tentang kerjanya, keluarganya dan pindah tugasnya ke pusat.

“Enak pak di pusat. Banyak insentif. Kita bisa jalan-jalan ke daerah. Ke Manado, ke Bali…….(dst)….”, terus saja dia nerocos. Aku senyam-senyum mendengarkan.

“Wah, kalau di daerah kita dijamu pak. Semuanya disediakan. Cewek-cewek nari-nari pak. Tidak pake baju. Tidak pake selembar benang pun. Dia joget-joget. Di pangkuan……….(dst)…….”, dia terus berucap tanpa henti sambil tertawa-tawa. Aku mengimbangi tertawa kecut sambil kebingungan tidak habis pikir. Aku hentikan cerita disini karena kurang pantas diceritakan kalimat-kalimat dan peragaan yang terus diluncurkan tanpa jeda dan membuatku semakin bingung.

Suara adzan terdengar, aku segera beranjak pergi untuk sholat. Ini menghentikan pertemuan singkat itu.

Entah apa yang terjadi. Bagaimana bisa orang yang baru saling mengenal, bahkan kami belum saling memperkenalkan nama masing-masing, menceritakan hal yang (paling tidak bagiku dan lingkunganku) tabu seperti itu. Sudah sejak dulu (sejak pertama kali kerja) aku mendengar cerita seperti ini dari mulut banyak orang. Tetapi apakah sudah sewajar dan biasa seperti ini cerita porno, sehingga orang dengan pendidikan setinggi itu sangat mudah bercerita kepada orang yang tidak dikenalnya.

Apakah itu menjadi ukuran seberapa parah moral bangsa ini? Entahlah.

Tapi kalau baca buku Parlemen Undercover……wah………

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: