jump to navigation

Penyeleweng Zakat ? October 23, 2008

Posted by merenung in Umum.
Tags: , ,
trackback

Menyelewengkan uang negara, walaupun sudah sering kita dengar tetap saja terasa memprihatinkan. Tetapi menyelewengkan uang zakat (dan infaq) oleh lembaga pengelola zakat mungkin menyakitkan hati. Minggu lalu, teman di kantor entah kenapa bercerita aib seorang anggota pengelola zakat yang menyelewengkan uang lembaga yang dikelolanya untuk kepentingan pribadi yang tidak pantas. Teman menceritakan penggunaan uang itu untuk pribadi seperti apa, tapi aku merasa tidak perlu menulisnya. Mudah-mudahan “tidak pantas” sudah mewakili buruknya kebutuhan itu.

Jumlah uang lima ratus juta rupiah (Rp. 500.000.000,-) rasanya bukan jumlah yang sedikit. Tentu lembaga pengelola inipun bukan lembaga kelas kelurahan. Tidak tanggung-tanggung, si penyeleweng sudah berumur sekitar 50 tahun, seorang perempuan pula. Katanya sekarang sedang “diproses” untuk mempertanggung jawabkan uang yang diselewengkan itu. Apakah ter-ekspose di media, akau juga kurang mengetahuinya. Tapi temanku mendapat berita langsung dari salah seorang anggota rumah penyeleweng tersebut.

Kalau cerita ini bohong (mudah-mudahan seperti itu), semoga orang yang pertama menyebarkan fitnah segera bertaubat dan semoga dengan tidak menulis identitas yang jelas seperti ini aku dibebaskan ALLAH dari hukuman ikut menyebarkan fitnah. Karena bukan untuk tujuan itu aku menulis cerita ini di blog.
Kalau cerita ini benar, semoga dengan “diproses”-nya perkara ini, si penyeleweng segera bertaubat agar ALLAH mengampuni segala dosa yang dilakukannya. Dan semoga tulisan ini bukan menjadi penyebar aib, melainkan dapat memberikan pelajaran bagi yang membacanya.

Menyambung tulisankan yang lalu, dengan judul Berzakat Lewat Mana? mungkin karena hal seperti ini juga mengapa orang tidak percaya lembaga amil zakat yang ada. Maksud hati hendak menyerahkan kepada yang ahli, apa daya si ahli tidak menjaga amanah.

Wa ALLAH a’lam

Comments»

1. Ming - November 3, 2008

Ketika yang diprimadonakan uang, memperolehnya sering tidak nalar dan ndak masuk akal. Tidak terlalu terbedakan mencuri, korupsi, ‘menyunat’, menyelewengkan aliran dana.

Lebih parah lagi ketika nurani sudh dibisukan, dosa dibuat seenteng melakukan keseharian.Menggelapkan uang zakat tidak lebih sulit daripada menilap uang negara, uang rakyat, uang sumbangan.

Sekarang saya berusaha tidak terlalu memprimadonakan uang dan juga berusaha memelihara suara nurani. Nanti kalau sudah ahli, saya akan ajak orang lain untuk ikutan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: