jump to navigation

Salah Paham Porno October 25, 2008

Posted by merenung in Umum.
Tags: , ,
trackback

Berita yang marak di media tentang berhadap-hadapannya pihak yang mendukung RUU Pornografi dengan pihak yang menentangnya memang tidak akan pernah bisa dihindari. Jangankan untuk suatu hukum buatan sekelompok manusia yang masih diragukan kemuliaannya, sedang hukum ALLAH Yang Maha Mulia yang diturunkan melalui jalur yang dimuliakan kepada Manusia Mulia -pun dapat kita hitung jumlah pendukung dan penentangnya. Sedemikian banyak fakta sejarah yang sudah menggambarkan bagaimana pertentangan penerimaan Hukum Mutlak itu, lengkap dengan korban-korban yang berjatuhan. Adalah fakta yang juga harus diterima bahwa sampai akhir dunia ini pertentangan itu akan tetap berlangsung. Yang baik, benar, lurus dengan yang buruk, salah dan bengkok. Apalagi untuk yang abu-abu seperti RUU itu (abu-abu aku pilih untuk membedakannya dengan putih-nya Hukum Mutlak ALLAH SWT).

Jadi aku pikir, salah satu kesalahannya adalah cara atau efektifitas pensosialisasian RUU ini kepada masyarakat. Kalau masyarakat lapisan pendidikan tinggi seakan tidak tabu dalam bercerita tentang pornoaksi, seperti dalam Salah Lihat Porno. Sementara masyarakat profesi lain sampai berargumen menentang pemerintah melindungi anak-anaknya dari pornografi dengan dalih intimidasi wilayah privat, seperti dalam Salah Baca Porno. Maka cara pensosialisasian RUU ini menurutku memang kurang memadai.

Seharusnya RUU ini disosialisasikan kepada semua orang yang mewakili. Baik tokoh masyarakat dan sok/ belagak tokoh masyarakat, yang berkepentingan dan sok /belagak berkepentingan, yang intelek dan sok /belagak intelek, yang agamawan dan sok /belagak agamawan, yang siritualis dan sok /belagak spiritualis, yang cari duit dari situ dan sok /belagak cari duit dari situ dan seterusnya dan seterusnya. Pokoknya semua saja masyarakat yang mewakili. Tentu sosialisasi kepada mereka tidak perlu supporter macam demo jalanan atau nonton tanding sepak bola yang selalu teriak-teriak membuyarkan akal dan meninggikan emosi. Jika semua aktifitas itu tercatat dan tentu termasuk nama orang-orang yang sudah ikut didalam sosialisasi RUU itu, rasanya demo jalanan menentang pengesahan RUU itu akan menjadi kurang tokoh. Paling tidak argumentasi membingungkan dari sutradara perempuan muda yang ibu rumah tangga dalan Salah Baca Porno itu mungkin tidak akan muncul.

Memang tentangan itu tidak pernah akan hilang. Banyak kepentingan yang berat bagi pada penentang itu untuk dikorbankan. Mungkin bukan hanya sekedar alasan kepentingan materi, tetapi kepentingan non-materi yang sulit (tidak dapat) dibuktikan.

Hitam putih saja orang sulit membedakan, apalagi abu-abu !

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: