jump to navigation

Ilmu dan / atau Harta November 28, 2008

Posted by merenung in Jum'at.
Tags: , ,
trackback

Kalau kita membagikan harta kita kepada orang lain, maka harta kita akan berkurang. Tetapi kalau kita membagikan ilmu kepada orang lain, maka ilmu kita akan bertambah.

Dengan ilmu kita lebih mudah mencari harta, tetapi dengan harta belum tentu kita dapat mencari ilmu.

Mungkin masih banyak ungkapan lain yang menggambarkan betapa ilmu lebih berharga daripada harta.

Benarkah seperti itu?

Walau memang didalam Al Qur’an yang aku yakini kebenarannya pun orang berilmu didudukkan lebih tinggi beberapa derajat, tetapi aku tidak memahami ilmu sebagai yang sedemikian berbeda dengan harta.

Memang pada kenyataannya aku lebih sering menyaksikan seseorang dengan sangat mudah (sekejap) kehilangan hartanya. Kebakaran, kecurian, kecelakaan selalu menghiasi media cetak dan elektronik. Tetapi bukan berarti aku tidak pernah mendengar seorang yang hafidz (hapal) Qur’an dengan sekejap kehilangan hapalannya dalam kondisi terjaga dan sehat (maksudnya bukan disebabkan gangguan fisik atau kesehatan). Bukankah jika orang lupa (atau tidak ingat) pada saat iru orang tersebut juga menjadi tidak berilmu?  Pernah juga aku mendengar seorang ustadz berilmu yang terkenal menangis karena lupa bacaan surah Al Fatihah. Surah yang hampir selalu didengar dan dibacanya seumur hidupnya paling sedikit 17 kali dalam satu hari. Memang kali ini disebabkan karena sakit yang diderita oleh beliau. Begitu mudahnya seseorang kehilangan.

Agama yang aku yakini memberikan pemahaman kepadaku bahwa semua di dunia ini bukanlah milik kita. Baik yang nyata seperti harta, maupun yang tidak terlihat seperti ilmu. Selama itu masih di dunia, maka itu bukanlah milik kita.

ALLAH Yang Maha Memiliki segalanya-lah yang menitipkan kepada kita. Maka kita wajib mengelola amanah yang dititipkan kepada kita sesuai dengan apa yang diperintahkan. Ilmu dan / atau harta sama-sama bukan milik kita. Membagi ilmu dan / atau harta kepada orang lain (sebagaimana yang diperintahkan) pasti akan sama-sama  manjadikannya bertambah. Sebagaimana membagikan ilmu dan / atau harta kepada orang lain yang tidak pantas mendapatkan atau untuk tujuan yang keliru akan menjadikannya sia-sia (berkurang).

Orang yang banyak ilmu sering disebut orang pandai atau orang berilmu, sementara orang yang banyak harta sering disebut orang kaya.

Apakah benar orang yang banyak ilmu (memiliki pengetahuan yang luas dan / atau mendalam) sebenarnya orang pandai?

Apakah benar orang yang banyak harta (menguasai kepemilikan materi dan harta benda yang banyak) sebenarnya orang kaya?

Komentar pembaca akan sangat membantu menjawab dua pertanyaan yang sebenarnya sama ini.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: