jump to navigation

Istimewakan Hari Jum’at December 19, 2008

Posted by merenung in Jum'at.
Tags: , ,
trackback

Dua hari lalu, seorang sahabat bertanya pendapatku tentang sholat Jum’at. Pasalnya dia akan bepergian ke luar negeri menghabiskan akhir tahun disana.

Sambil mencari-cari jawaban di google, sahabat itu bertanya: “Apa yang memperbolehkan kita meninggalkan sholat Jum’at?“. Aku yang memang sudah mulai meraba arah pertanyaannya balik bertanya: “Mengapa hanya karena berada di luar negeri dan musyafir lalu langsung memutuskan untuk meninggalkan ibadah utama?”
Lho kan memang kita diperbolehkan. lagi pula kalau kemudahan tidak kita pergunakan, ALLAH marah karena kita sombong“, sanggahnya. “Kalau musyafir kan boleh jama’ qasar misalnya“, lanjutnya memberi contoh untuk menekankan pembenaran. “Memangnya kamu rencanan akan berada dimana, saat itu?”, tanyaku penasaran.
Sahabatku menyebutkan satu tempat dimana aku pernah juga berkesempatan ke tempat itu dan rasanya memang akan sulit mencari jama’ah shalat Jum’at.

Karena memang sudah biasa dan yakin bahwa agama yang aku anut ini sangat logik, maka aku menjawab dengan logika saja. “ALLAH itu pencemburu“. (nyaris tidak ada hubungan dengan persoalan itu)
Walaupun ALLAH memberikan keringanan kepada kita, tetapi tidak membuat ALLAH lantas marah jika kita tidak memanfaatkannya disebabkan kita memuliakanNya. Kalau yang dinilai oleh ALLAH dari suatu amal adalah niatnya, maka ALLAH akan menilai niat sahabatku ini untuk meninggalkan sholat Jum’at-nya. Kemudian, agar tidak berdosa, maka dicarilah justifikasinya. Tetap saja niat awalnya adalah untuk meninggalkan sholat Jum’at-nya dan itu yang dicatat.

Menurutku ada dua pilihan. Yang pertama, cari informasi sebanyak-banyaknya tempat jama’ah sholat Jum’at di sekitar tempat itu. Dan ini mungkin cukup sulit. Tetapi jika pilihan ini yang kita ambil, maka ALLAH mencatat niat kita untuk menjalankan sholat Jum’at, tetapi kita tidak berhasil menemukan jama’ah. Niatnya tercatat sebagai sholat Jum’at. Yang kedua, tunda acara hari itu sampai dengan selesai sholat Jum’at (yang mungkin lebih mudah untuk mencari jama’ah sholat Jum’at karena banyak waktu). Setelah sholat acara bisa dilanjutkan. Bagiku, ALLAH akan mencatat bukan hanya niat sholat Jum’at-nya saja, tetapi juga niat untuk mengistimewakan sholat Jum’at dengan mengorbankan acara yang telah disusunnya hanya karena ALLAH. Apakah ALLAH akan marah hanya karena kemudahan yang diberikan ALLAH tidak kita manfaatkan. Aku rasa tidak seperti itu.

Memang banyak pendapat yang mirip-mirip seperti itu dan aku sama sekali tidak sependapat, seperti;
“Sudah diberi kemudahan ALLAH mengapa kita tidak manfaatkan?”, umumnya dipakai untuk meninggalkan sesuatu seperti contoh diatas.
“ALLAH Maha Perkasa, jadi tidak perlu dibela”, umumnya dipakai menjustifikasi kelemahan (karena takut).
“Yang menjaga Islam dan Al Qur’an itu ALLAH”, ya…umumnya karena takut juga.
“Rasulullah SAW tidak menjadi hina karena diolok-olok dengan gambar kartun yang melecehkan Beliau”, ya……sama takut juga.
“Bukankah memang dibolehkan dan mengikuti sunnah Rasul..?”, yang ini biasanya kalo ada kawan ngebet pengen kawin lagi.

Sahabatku memilih alternatif ke dua, dengan menunda acaranya sampai selesai sholat Jum’at. Alhamdulillah, semoga ALLAH Yang Maha Pemurah membalas amal shaleh sahabatku ini. Semoga ALLAH memberikan keselamatan dan kemudahan dalam perjalanan wisata akhir tahunnya. Amin

Comments»

1. rudy - April 5, 2009

ADA GAX PANDUAN DAN NIAT SHOLAT JUM’AT


Etika yang dianjurkan untuk dipelihara pada hari Jum’at:
1. Memperbanyak Shalawat Kepada Nabi
2. Memperbanyak Do’a
3. Memperbanyak Membanca Al-Qur’an
4. Mandi dan Berhias
5. Memotong Kuku dan Kumis
6. Menyegerakan Datang ke Masjid
7. Melapangkan Tempat Duduk untuk Saudaranya (di masjid)
8. Pindah Duduk Bila Mengantuk
9. Tidak Bertegak Lutut
10. Tidak Melangkahi Pundak para Jamaah ketika Datang Terlambat
11. Shalat Tahiyatul Masjid ketika Datang ke Masjid
12. Memperbanyak Shalat Sunnah
13. Diam dan Penuh Perhatian Ketika Khutbah Berlangsung
14. Memperhatikan Khatib ketika Sedang Berkutbah
15. Meninggalkan Jual Beli dan Setelah Shalat bisa Melanjutkannya Kembali
16. Tidak Boleh Meninggalkan Sholat Jum’at Sampai Tiga Kali

diambil dari buku “Keajaiban Hari Jum’at” karangan Muslich Taman.

Niat seperti biasa, ushalli fardhal Jum’atin rak’ataini makmuman liLLAHi ta’ala (dalam bahasa Indonesia juga boleh).

wa ALLAHu ‘alam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: