jump to navigation

Ingatlah Rasulullah SAW December 21, 2008

Posted by merenung in Serba-serbi, Umum.
Tags: , , , ,
trackback

Membaca berita minggu lalu tentang ditangkapnya Lia Aminudin gara-gara fatwanya kepada pemerintah, dalam hal ini Presiden SBY, untuk menghapus semua agama dan menjadikannya satu agama saja, memang memprihatinkan. Perasaan yang semula sebel berubah menjadi lucu yang kemudian malah cenderung kasihan. Jika direnungkan, sangat mungkin orang tergelincir pada kesesatan, walaupun menurut yang kuanggap sesat tetap merasa benar. Aku mencoba mensimulasikan situasi bathin Lia Eden, demikian dia lebih dikenal, dan mencoba menanyakannya kepada beberapa teman di lingkunganku. Sebagian besar memang menjadi tersesat.

Kepada mereka aku menanyakan, apakah mereka mengetahui berita dan cerita tentang Lia Eden ini. Sebagian besar menjawab mengetahui, kecuali satu teman wanita yang kurang mengikuti berita. Kepada mereka aku berikan pertanyaan, dengan pembuka seperti ini;

“Jika pada suatu malam, sekitar jam sepuluh malam, dimana semua orang rumahmu sudah terlelap tidur dan kamu mendengar ada yang mengetuk pintu. Kamu kemudian beranjak membuka pintu dan ternyata diluar telah berdiri seseorang dengan pakaian jubah dan sorban putih, tampan berwibawa membuatnya seolah putih bersinar. Dan ketika kamu menanyakan siapa dan ada keperluan apa, lelaki ini menjawab bahwa dia adalah malaikat Jibril yang datang karena diperintahkan untuk menemui kamu. Singkat kata, Malaikat Jibril menyampaikan bahwa dia diperintahkan untuk menyampaikan wahyu kepada kamu untuk kamu sebar luaskan kepada umat manusia.”
Dalam kondisi sedikit shock karena tidak menduga, Malaikat Jibril yang semula ada di hadapannya, perlahan-lahan lenyap tidak berbekas. Sambil berucap “Aku menanti jawabanmu.”

Pertanyaan yang aku ajukan kepada mereka, “Apa yang akan kamu lakukan, setelah Malaikat Jibril lenyap dari pandanganmu?”
Coba tanyakan kepada diri sendiri, apa yang anda lakukan.

Umumnya mereka menjawab, “Aku langsung mengambil wudhu dan sholat menenangkan diri seraya meminta petunjuk kepada ALLAH.”

Malam berikutnya Malaikat Jibril kembali datang dan menanyakan kesiapan kamu untuk menerima wahyu dari ALLAH.

Aku kembali bertanya, “Apa yang akan kamu lakukan?”

Umumnya mereka kembali akan meminta petunjuk ALLAH dengan segala macam sholat sunnah. Intinya adalah untuk meminta kemantapan hati untuk menerima atau menolak tawaran Malaikan Jibril itu.

Jika kemudian aku bertanya, “Setiap malam Malaikat Jibril mendatangi kamu dan meminta jawaban akan kesiapan kamu. Terus menerus berbilang minggu, bulan dan tahun. Lalu apa yang akan kamu lakukan?”

Sebagian besar kemudian menjawab; “Jika memang ALLAH telah menetapkan, aku siap untuk menjalankan amanah untuk menyampaikan wahyu”, yang intinya menerima tawaran Malaikat Jibril karena menganggap mereka adalah orang yang dipilih untuk tugas itu.

muhammad1

Sampai disini aku langsung sampaikan, seperti itulah mungkin Lia Eden tersesat, karena keyakinannya bahwa dia telah dipilih.

Umumnya mereka terperangah dan balik bertanya; “Lalu bagaimana seharusnya?”

Apakah kamu masih ingat Rukun Islam yang pertama?
Syahadat “Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh”

Bukankah bersaksi Muhammad adalah Rasul ALLAH mengandung konsekuensi bahwa Baginda Muhammad SAW diyakini sebagai Nabi yang terakhir.
Kalau kita yakin bahwa Raulullah SAW adalah yang terakhir, mengapa kita bingung saat ditawari menerima wahyu.
Bukankah dengan mudah kita bisa sampaikan kepada Malaikat Jibril, bahwa kita meyakini Baginda Muhammad SAW adalah Nabi yang terakhir dan kita adalah pengikutnya. Kita persilahkan saja Malaikat Jibril untuk mencari orang lain yang belum atau tidak meyakini bahwa Rasulullah adalah Nabi terakhir dan bersedia menerima wahyu untuk menjadi nabi berikutnya. Malaikat Jibril (pasti bukan) tentu mengetahui bahwa Rasulullah adalah Nabi yang terkakhir. Pastilah dia tidak akan merasa ditolak dan menganggap kamu orang yang sombong atau bodoh karena tidak mau menerima tawarannya.

Orang-orang cenderung melihat dirinya sendiri dan lupa kepada Rasulullah SAW. Dari kecenderungan itulah iblis masuk dan menyesatkan kita.

Karenanya, biasakanlah mengingat Rasulullah SAW dengan selalu membaca salawat untuk mengiringi zikr kita kepada ALLAH SWT.
Semoga kita selalu diberikan kekuatan dan petunjuk untuk selalu istiqamah dengan keimanan dan syariah kita.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: