jump to navigation

Cak Imin December 28, 2008

Posted by merenung in Serba-serbi, Umum.
Tags: , ,
trackback

Merasa sudah “pantas” memimpin partai besar, Cak Imin -pun mulai digadang-gadang untuk menjadi presiden negeri ini.

Bagaimana kurang pantas, melawan Gus Dur pun dia sudah menang. Sementara kita ingat, bagaimana Gus Dur serius mencap para anggota dewan terhormat negeri ini sebagai anak TK. Siapa bisa marah kala Gus Dur dengan sikap menyepelekan bilang “Gitu aja kok repot…!”. Saat Gus Dur tersinggung dan ingin mengeluarkan Dekrit (dia pikir gampang kali), semua komponen bahu membahu melawan dan menjatuhkannya dari kursinya sebagai presiden. Begitu banyak kekuatan yang perlu dikumpulkan untuk melawan seorang Gus Dur.

Sebaliknya Cak Imin dengan tenangnya meladeni permainan petak umpet perebutan tahta ketua partai (yang skalanya jauh lebih kecil dibandingkan tahta presiden) terbukti menang melawan Gus Dur. Tidak bisa diartikan bahwa Gus Dur tidak serius melawan, jika akhirnya Cak Imin diatas angin. Kita bisa lihat perjalanan perlawanan Cak Imin di media negeri ini. Terbukti dialah yang berhasil “melawan” dan “mengalahkan” Gus Dur, tanpa membuat Gus Dur dan pengikutnya kehilangan muka. Ini hebatnya Cak Imin.

Dan kalau sekarang dia digadang-gadang untuk menjadi presiden negeri ini, tentu bukan tanpa alasan. Mengalahkan Gus Dur yang susahnya seperti itu saja bisa, apalagi mengendalikan negeri ini yang wakil-wakil seluruh rakyatnya saja tidak mampu melawan Gus Dur. Mengalahkan biangnya saja bisa, kenapa sulit mengendalikan orang-orang yang kewalahan melawan biang ini apalagi kroco-kroconya. Logika sederhana yang kita lihat sebagai fakta.

Cak Imin for President

Cak Imin for President

Sambil tersenyum geli, aku ambil foto banner pencalonan Cak Imin di salah satu jalan arteri Jakarta Selatan. Bangsa ini jadi semakin banyak pilihan. Mau milih pencipta lagu, artis sinetron, politikus banyak bicara, penulis buku, pedagang atau Cak Imin (yang sukses melawan dan “mengalahkan” Gus Dur)?

Selamat Cak Imin, walaupun aku sama sekali bukan pendukungmu (bahkan terfikir untuk mendukungpun tidak), tetapi kamu sudah mengalahkan mitos negeri ini.

Comments»

1. rizal - December 29, 2008

Bagus, sepertinya saya mau tahu cara menulisnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: