jump to navigation

Menjaga Pandangan December 28, 2008

Posted by merenung in Kehidupan, Umum.
Tags: , , ,
trackback

Suatu masa, saat membincangkan bagaimana Lia Eden tergoda untuk meyakini bahwa Malaikat Jibril telah merasukinya, kawan seperjalanan menuturkan nasihatnya.

Untuk dapat menghindarkan diri dari godaan syaitan (yang memang sudah menjadi tekadnya untuk menjerumuskan manusia) ada beberapa hal yang perlu untuk dijalankan dalam kehidupan keseharian.

Beberapa hal tersebut adalah;

1. Memelihara wudhu; yang artinya selalu mengambil wudhu saat batal walaupun tidak dalam keadaan hendak melaksanakan sholat.
2. Takbiratul ula; yang artinya selalu mengikuti sholah berjama’ah di masjid sejak rakaat pertama (maksudnya tidak terlambat).
3. Berzikir; selalu berzikir. Saat luang setelah sholat subuh dan asr, kedua sholat ini tidak ada sunnah ba’diyah dapat dimanfaatkan untuk zikir.
4. Membaca Qur’an; dianjurkan untuk menghabiskan 1 juz setiap hari.
5. Puasa Sunnah; puasa Senin Kamis dan 3 hari tengah bulan.
6. Menjaga Pandangan;

Untuk yang nomor 6 ini, kawanku mengkomentarinya kira-kira seperti ini:
“Yang ini susah nih, karena kita laki-laki. Biasanya sulit untuk menundukkan pandangan kalau melihat wanita cantik”.

Aku sedikit menyanggah pendapatnya untuk nomor 6 ini.

Walau yang nomor 6 ini memang sulit disadari. Kalau batal wudhu, telat jama’ah di masjid, lupa zikir, tidak baca Qur’an dan puasa, pastilah kita sadar dan mengetahuinya dengan mudah. Tetapi menjaga pandangan, ini bukan perkara mudah untuk diketahui apalagi sadar.

Menjaga pandangan itu bukan hanya menjaga mata melihat wanita cantik  (atau pria ganteng bagi para wanita). Melainkan justru menjaga pandangan kita dari hal-hal kebendaan (duniawi) yang tidak pernah disadari akan membunuh rasa bersyukur kita.

dunya
Pesona Kebendaan Membunuh Rasa Syukur

Aku memberikan contoh yang sederhana yang terjadi pada diriku sendiri. Saat melihat orang lain mengeluarkan BlackBerry dari kantongnya, kontan saja aku terpikir untuk membelinya. Pasalnya uangpun ada. Apalagi makin hari semakin marak orang banyak mengantongi produk yang satu ini. Operatorpun menggoda dengan berbagai macam paket kemudahan untuk memilikinya, hingga kita tidak punya alasan untuk tidak membelinya. Harga murah, bisa dicicil, fasilitas on line terus-terusan, lalu apalagi yang ditunggu. Hilang sudah ruang bagi logika untuk mempertimbangkan. Masih adakah sisa di dalam hati kita untuk bersyukur?

Beberapa detik hawa nafsu kebendaan itu menjilati akal, logika mulai bertanya tentang amal shaleh apa yang akan didapat kala memiliki benda itu. Fasilitas on line terus-terusan akan membuatku memiliki akses internet tanpa batas, akses ke beberapa email secara simultan, akses-akses lain yang akan menyeret dan menyibukkanku  kedalam dunia “lain”. Akan aku manfaatkan untuk keperluan apa, benda ini? Atau justru aku yang akan dimanfaatkan oleh produk teknologi ini.

Banyak hal lain yang dapat dijadikan contoh menjaga pandangan. Kita melihat orang lain lebih beruntung, lebih pandai dari kita, lebih kaya dari kita, lebih senang dari kita. Kita hidup lebih miskin dari orang lain, mobil kita lebih jelek dari mobil orang lain, rumah kita lebih kecil dari orang lain, gaji kita lebih rendah dari orang lain, karir kita lebih buruk dari oeang lain. Dan seterusnya-dan seterusnya. Kita lupa bahwa masih lebih banyak penduduk dunia yang jauh lebih tidak beruntung dibandingkan kita. Kita menjadi lupa bersyukur, saat tidak menjaga pandangan.

Menurut pendapatku menjaga pandangan itu untuk tidak mengarahkan pandangan kepada hal yang dapat membangkitkan hawa nafsu kebendaan (duniawi). Tentu saja hawa nafsu kebendaan (duniawi) manjadi terlalu dangkal jika dikaitkan hanya dengan persoalan sex belaka, lelaki kepada wanita atau sebaliknya.

Semoga ALLAH SWT selalu memberikan kekuatan agar kita selalu dapat menjaga pandangan kita.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: