jump to navigation

Ranjau Paku Ban January 6, 2009

Posted by merenung in Serba-serbi, Umum.
Tags: , ,
trackback

Berangkat dari rumah sudah agak siang, setengah sembilan lebih.  Ini kebiasaan buruk kalo punya kantor deket rumah.  Aku stir mobil sendiri menyusuri rute Cinere, Karang Tengah, belok ke arah Jalan Pertanian. Seperti biasa rencananya aku akan lewat Pasar Jum’at terus kearah perempatan Fedex, belok kanan sampe kantor.

Lokasi Kempes Pertama

Lokasi Kempes Pertama

Perjalanan semula lancar, di samping SLB tiba-tiba ada dua orang boncengan motor menyalip sambil menunjuk ban kiri belakang. Aku mengurangi kecepatan sambil mencoba merasakan apakah ada masalah dengan ban. Tidak beberapa lama, mulai terasa ban memang kempes dan aku mencari tempat berhenti tepat diperempatan muka jalan masuk kompleks yang portalnya ditutup (permanen). Sebelahnya ada warung rokok dan beberapa orang sedang berbincang-bincang.

Seperti sudah aku duga, ranjau paku menancap di ban kiri belakang. Kasihan banget ini orang. Hidup di dunia sekali, punya kesempatan dipakai untuk membuat orang lain susah. Sedikit merasa kesal, teringat bahwa marah dapat menjadi salah satu bentuk ketidak ikhlasan, aku berusaha menghibur diri dengan ikhlas, sabar dan bersyukur. Kalau dari sedemikian banyak mobil yang lewat, paku itu memilih mobilku, tentu memang sudah menjadi ketetapan yang terbaik untuk aku. Alhamdulillah ya ALLAH, aku diberi kesempatan untuk berkeringat (itung-itung olah raga pagi).

Singkat kata, aku ganti ban yang bocor dengan ban serep. Memakan waktu sekitar 10 menit semuanya selesai, aku siap meluncur lagi. Lumayan berkeringat dan tangan kotor, maklum matahari lumayan panas.

Melewati pertigaan Cirendeu dan Kompleks Kejaksaan Lebak Bulus, sementara aman. Sampai  perempatan Pasar Jum’at, mendadak ban kiri belakang yang baru aku ganti dengan serep terasa kempes lagi. Tadinya aku khawatir  kurang kuat memutar baut-2 roda. Buru-buru aku cari pemberhentian, berhubung perempatan Pasar Jum’at biasanya ramai dan cenderung macet. Disebelah toko bangunan, didepan kios percetakan aku memarkir mobil dan memeriksa ban kiri belakang. Ternyata ranjau paku jenis yang sama persis menancap di ban kiri belakang. Desis suara angin masih terus terdengar, sementara langit sudah menurunkan rintik air. Wah repot deh.

Lokasi Kempes Ke-2

Lokasi Kempes Ke-2

Aku mencoba mencari tukang tambal ban di sekitar perempatan, tetapi tidak terlihat satupun kecuali bengkel motor. Aku kembali masuk kedalam mobil dan mulai mencoba mengontak bantuan. Telpon ke rumah, kebetulan istri pergi belanja dan handphone ditinggal dirumah. Telpon supir yang sedang ke kebon nggak diangkat-angkat. SMS ngabarin kantor, kalau aku terdampar didepan Pusdiklat Polri Pasar Jum’at, ban dua-duanya kempes. Supir menelpon balik, langsung aku suruh meluncur menyusul ke Pasar Jum’at.

Gerimis tidak juga berhenti. Aku buka ban kiri belakang yang kempes dan mengeluarkan serep yang juga kempes. Kebetulan kawan kantor menawarkan budi baiknya untuk menjemput dan mengantarkan ke tukang tambal ban.

Ban ditambal di tukang tambal ban pinggir jalan, masih di depan Pusdiklat Polri, hanya beberapa puluh meter dari tempatku berhenti. Dua ban Rp. 35.000,- cepat saja selesai ditambal. Putar balik ke mobil kemudian memasangnya dan semuanya selesai. Akupun lega seiring gerimis tidak terasa lagi.

Untuk aku, alhamduliLLAH diberikan kesempatan olah raga (lahir dan bathin). Untuk teman yang datang menolong juga supirku insyaALLAH menjadi amal shaleh. Teman lain yang bersimpati lewat SMS mendapat pelajaran. Tukang tambal ban pinggir jalan dapat rejeki untuk makan keluarganya.
Yang kasihan tentu saja kembali si penebar ranjau paku ini. Jika dia berniat buruk, niat buruknya tidak tercapai. Alih-alih mendapat hasil justru apes mendapat amalan dunia yang buruk. Mudah-mudahan dia bisa segera insyaf dan diampuni kesalahannya.

Ranjau Paku

Ranjau Paku

Comments»

1. prima - January 6, 2009

Innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun, sessungguhnya kita milik Allah dan kepadaNyalah kita akan dikembalikan. Alhamdulillah musibah yang menimpa Bang Iwan tidaklah lebih besar dari yang menimpa orang lain. Semoga Allah akan memberi kenikmatan, berkah, kebaikan yang berlipat ganda untuk Bang Iwan sekeluarga…Amin

Terima kasih simpati dan do’anya. Mohon dido’akan juga beberapa gelintir masyarakat yang kehilangan akal dan melakukan perbuatan yang merugikan orang lain seperti ini agar supaya segera insyaf agar dapat diberikan jalan yang barakah oleh ALLAH Yang Maha Pemurah. Semoga mas Prima dan keluarga juga selalu dalam lindungan ALLAH SWT, diberi kesehatan, keluasan rizki dan kemudahan dalam semua urusan. Amin.

2. antibanbocor | pertama di indonesia - August 21, 2010

alkhamdulillah

sekarang sudah ada tire guard formula pencegah ban bocor

pertama di indonesia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: