jump to navigation

Jangkrik Rambo May 19, 2009

Posted by merenung in Serba-serbi, Umum.
Tags: , ,
trackback

Seorang kawan Madura, membangga-banggakan jangkrik aduan kesayangannya. Rambo, si jangkrik aduan diberi nama. Nama yang dia anggap layak karena sang jagoan tidak pernah kalah dalam ajang aduan manapun. Kawan Jawa penasaran. Pasalnya jangkrik aduannya menang-kalah terus tergantung angin bertiup. Ini membuatnya kalah nama dibanding kawan Madura.

Dengan rasa penasaran, suatu kali dia coba menawar untuk membeli si Rambo yang begitu dikenal ceritanya itu. Tak dinyana kawan Madura memberikan angka fantastis untuk melepasnya. Dari pada mati penasaran, kawan Jawa membayar dengan berat hati dan mencoba menghibur diri.

Siapa yang berani melawan Rambo, pikir kawan Jawa dengan bangga. Dari arena ke arena Rambo selalu menang, kawan Jawa naik daun. Sambil mengilik-kilik Rambo, kawan Jawa menikmati kopi kentalnya. Nikmatnya jadi jagoan.

Tak lama dada membusung, santer terdengar cerita jagoan tetangga kawan Buton. Jangkrik hitam yang katanya juga belum pernah kalah. Si Hitam, nama jangkrik sesuai warna hitam legam. Kawan Jawa penasaran. Mulailah tantangan dikirimkan. Gayung bersambut, haripun ditentukan.

Rambo dan Hitam berhadap-hadapan. Bukannya bertarung, Rambo langsung mepet tembok lari kesana-kemari. Rambo kalah….., Rambo kalah…… teriak penonton merontokkan sendi-sendi kawan Jawa. Dengan hati dongkol kawan Jawa menemui kawan Madura.

Diseretnya kawan Madura ke arena. “Ndak mungken Rambo kalah…., ndak mungken…,” guman kawan Madura terus-menerus meyakinkan kawan Jawa yang terus mengomel. Sampai di arena, kawan Madura langsung memeriksa Rambo. Jangan-jangan Rambo tidak fit saat ditandingkan. “Bo….Rambo. Kamu kok kalah mBo…..,” tanya kawan Madura kepada Rambo. Rambo gemeteran. “Kenapa kamu kok takut mBo….?” tanya kawan Madura penasaran. “Koe bilang Rambo nggak bisa kalah. Sekarang ketakutan kayak gitu…!” komplain kawan Jawa terus-terusan.

Kawan Madura beranjak menghampiri kandang si Hitam, sambil terus berfikir. “Boh……, ini mosohnya toh?” kawan Madura berteriak terperanjat, membuat semua hadirin ikut terkejut. “Kenapa memangnya…?” kawan Buton ikut penasaran. “Apa…..apa……?” teriak kawan Jawa.

“Bo-abbo……, kalo lawan ini ya kallah si Rambo. Lha wong ini komandan-nya. NDak branee Rambo nglawan komandannya. Sallah kalo Rambo branee……!” jawab kawan Maduran enteng sambil ngeloyor pergi, meninggalkan orang-orang terbengong-bengong tidak habis mengerti.

(ditulis kembali dari cerita kawan lama saat menjamu di gazebo tepi danau di depan rumah bambunya)

*pemilihan daerah (suku) hanya kebetulan hanya untuk unsur lucu dan bukan untuk melecehkan atau maksud lainnya atau ada unsur  SARA lainnya.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: