jump to navigation

Nikah Siri Kok Dipidana February 17, 2010

Posted by merenung in Umum.
Tags:
trackback

Belum hilang bingung soal kasus Bank Century, sekarang kok ada RUU yang isinya memidanakan nikah siri. Alasannya, bagi wanita tidak ada untungnya nikah siri. Bagi anak (kalo punya anak), sang ayah bisa saja dengan mudah  serta merta meninggalkannya dan tidak bertanggung jawab. Jadi intinya, para lelaki dapat dengan mudah mengabaikan tanggung jawab dalam menafkahi anak istri sirinya.

Sambil bikin tulisan ini, Metro TV memberitakan tentang penjualan bayi yang  baru lahir oleh keluarga di Kampung Beting Koja Jakarta Utara. Bahkan si ibu belum sempat melihat sosok anak yang dilahirkannya. Sayangnya suami istri ini memang tergolong tidak mampu, walau di layar TV terlihat ada  lelaki dengan anting di telinga dan kalung mengkilap di lehernya (suaminya bukan ya…?). Walau mungkin bukan emas, tapi teteeep, biar nggak mampu yang penting gaya (cocok kali buat semboyan bangsa antah berantah). Sayang sang pembawa acara tidak menjelaskan apakah mereka nikah siri atau bukan nikah siri (atau malah nggak nikah ya…he…he…he…).

Orang nikah kan sudah ada rukunnya. Itu yang diatur oleh agama. Lalu kenapa orang sudah menjalankan rukun kok malah dipidana hanya karena tidak tercatat di KUA? Kalau takut istri dan anak diterlantarkan, kenapa tidak buat peraturan bagi lelaki yang tidak memberikan hak-hak anak dan istri sirinya dipidanakan saja. Lagi pula, memangnya nikah di KUA (tercatat di halaman negara) menjamin pernikahan itu sendiri?

Kalo lelaki tidak mengakui seorang wanita sebagai istrinya, selama rukun dijalankan pasti ada saksi yang bisa diminta kesaksiannya. Kalau ada lelaki yang tidak mengakui anak (siri)- nya, ada test DNA yang bisa membuktikan. Sepertinya, kalau dihitung statistiknya, mungkin lebih banyak lelaki nikah tercatat yang tidak bertanggung jawab daripada lelaki nikah siri yang tidak bertanggung jawab. Cuma saja, TV lebih senang memberitakan masalah yang muncul dari keluarga nikah siri daripada masalah yang muncul dari keluarga nikah tercatat.

Kalau sasarannya poligami. Lelaki beristri (tercatat maupun siri) mengaku bujang dan menikah siri wanita agak tidak ketahuan istri, hukum saja dengan pasal penipuan khusus. Karena sudah menipu istri siri barunya bahwa dia bujangan. Ah…, tapi kalau poligami bukan disini nulisnya.

Kok pemerintah nggak bikin RUU Perzinahan ya?

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: