jump to navigation

Jalan-jalan ? June 20, 2010

Posted by merenung in Serba-serbi, Umum.
Tags:
trackback
Anak itu masuk ke dalam taksi dengan muka masam. Padahal dia akan berangkat ke bandara untuk liburan ke Bali selama seminggu penuh dengan ayah ibu dan adik perempuannya. Kalau boleh memilih, sebenarnya dia ingin bermain dengan teman-teman sebayanya. Mungkin hanya sekedar bermain bola atau sepeda, aktifitas yang sudah sangat sering dilakukannya bersama teman-teman. Atau mereka memang sudah punya rencana sendiri mengisi libur panjang.

Liburan sekolah memang waktu yang paling tepat untuk berkumpul dengan keluarga, baik di rumah atau sengaja berlibur ke tempat-tempat wisata. “Liburan, mau jalan-jalan kemana?”, adalah rangkaian kalimat yang paling sering didengar dari mulut para orang tua murid waktu bertemu saat ambil raport. Seolah-olah begitu pentingnya “jalan-jalan” bagi hidup kita.

Pernah sekali waktu aku dengar seorang psikolog bicara, menurut dia; “Sorang anak tidak merasa kesepian, walau di rumah dia hanya sendirian, tanpa ayah ibu atau saudara-saudaranya. Tetapi dia akan mendadak merasa kesepian, walaupun di rumah dia bersama seluruh anggota keluarganya, mana kala dia mengetahui kawan-kawannya sedang pergi bermain dan tidak berada di rumahnya.”. Mungkin sebenarnya suasana hati anak masih sangat tergantung kepada teman-teman main mereka. Tidak sulit memahami.

Kadang seorang anak memiliki keinginan yang kurang sesuai dengan pandangan kita, orang tuanya. Kita berfikir “A” baik bagi mereka, tapi mereka menginginkan “B”. Kita ingin mereka jadi “X” mereka ingin menjadi “Y”. Abah yang datang dari pondok sempat mampir sarapan di rumah dan memberi nasehat. “Sudah lah mas, mimpi anak-anak kita itu lebih indah dari mimpi kita. Biarkan saja mereka menjalani keinginan-keinginan mereka”. Mudah sekali diucapkan tapi saat itu tetap saja membuat hati khawatir. Tetapi setelah aku renungkan, memang mereka akan hidup di jaman mereka sendiri, dan bukan di jaman kita. Mereka akan punya lingkungan sendiri, tantangan sendiri, situasi sosial dan politik sendiri, tidak sama dengan situasi kita saat ini.

Mungkin mereka memang masih perlu jalan-jalan sendiri. Mungkin dengan teman-teman mereka sendiri. Bukan dengan kita dan mengikuti aturan kita. Kalau para orang tua seperti kita ini, apa masih perlu jalan-jalan ya?

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: