jump to navigation

Menanti Surat ALLAH Lewat Kurir (?) November 5, 2010

Posted by merenung in Jum'at, Kehidupan, Simple, Umum.
Tags:
trackback

Negri ini memang “distatuskan” wajar dan normal-normal aja. Lihat saja akhir-akhir ini. Dari biaya renovasi rumah dinas sampai studi banding DPR. Tanggapan orang yang dipercaya jadi ketua di DPR telah menyinggung perasaan masyarakat Mentawai. Sementara Gubernur-nya minggat ke Jerman atas undangan KBRI Jerman. Merapi yang gonjang-ganjing seperti ini, tidak juga dilihat sebagai sesuatu “peringatan”.

Semua kejadian dimaknai sebagai suatu yang wajar. Gempa bumi karena kerak bumi bergeser. Tsunami karena keraknya mletek kenceng banget. Air bah menyapu kampung karena hujan lebat. Gunung mbleduk karena emang udah adatnya. Kalo asep panas gunung membentuk Petruk, ah itu cuma klenik.

Kayaknya memang kurang banyak tingkah salah pemimpin-pemimpin kita. Kalau gempa bumi berkali-kali, banjir dan tsunami, gunung meletus tanah longsor, ditambah musibah angkutan umum sana-sini masih juga bukan dibilang “peringatan”, apakah ALLAH harus kirim surat P&C lewat kurir dengan judul surat “PERINGATAN” ke para penguasa negeri ini.

Comments»

1. Rindra Febrian - December 10, 2010

Peringatan Allah itu bukan cuma kepada pemimpin, tapi juga kepada kita semua yang lebih banyak berbuat kemungkaran daripada ketaatan..

Terima kasih sudah mampir.
Memang peringatan ALLAH itu untuk semua umat manusia, karenanyalah pemimpin menjadi paling berat di-ingatkan-nya.
Semoga kita bukan termasuk kedalam golongan orang-orang yang mengabaikan peringatan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: