jump to navigation

Apa Mereka (tidak) Percaya Tuhan Itu Ada? December 9, 2010

Posted by merenung in Serba-serbi, Umum.
Tags: ,
trackback

Coba tanyakan kepada semua maling, atau bahkan rampok sekalipun, jika mereka tahu dan percaya (yakin) si pemilik benda ada dan sedang melihat, apakah mereka tetap akan mencuri atau merampoknya? Apalagi jika si pemilik benda itu adalah sekutu yang jauh lebih kuat dari mereka (maling atau rampok itu), maka menjadi sangat wajar kalau seseorang menahan diri dan tidak mencuri. Jika diketahui (dirasakannya) ada orang lain yang sedang melihat dan memperhatikannya, apalagi jika yang melihat dan memperhatikan itu adalah si pemilik atau lebih jauh lagi si penegak hukum, hampir pasti maksud mencuri itu akan batal. Memang ada kalanya seseorang yang sakit (sering disebut kleptomania), tidak dapat menahan dirinya untuk mencuri (mengambil sesuatu yang bukan haknya). Tetapi umumnya, si penderita sakit ini tidak mencuri barang berharga (see http://id.wikipedia.org/wiki/Kleptomania).

pic from 4bp.blogspot.com

Hal yang cukup aneh memang terjadi pada diri manusia belakangan ini. Manusia yang hidupnya sudah dikuasai oleh materi. Harta menjadi impian, sasaran, buruan dan sesembahannya, maka menjadi lumrah jika kualitas hidup selalu dilihat dari hartanya. Memang tidak semua, tetapi umumnya manusia jaman sekarang melihat harta sebagai ukuran.

Jauh lebih aneh lagi, kalau diantara mereka yang memburu harta sampai melakukannya dengan cara mencuri. Mengambil harta yang bukan menjadi haknya. Bagaimana bisa manusia yang mengaku beragama melakukan hal itu di depan “mata” Tuhan nya. Kalau percaya bahwa Tuhan itu ada, Tuhan nya Maha Kuasa, Maha Memiliki, Maha Melihat dan Maha-Segala-galanya, lalu di permukaan bumi mana dia bisa mencuri (mengambil yang bukan menjadi haknya)? Tempat dimana Tuhan nya tidak atau lengah melihat. Apalagi mencuri (mengambil yang bukan haknya) bermilyar-milyar, dengan dalih jatah, gratifikasi, fee atau akal-akalan lainnya. Memangnya Tuhan nya tidak mengerti apa saja yang mereka rekayasa? Apa Tuhan nya melihat, mendengar dan mengetahui tetapi tidak mengerti? Apa Tuhan nya dianggap sebodoh itu? Kalau dalih terpaksa, pastilah mencuri hanya secukupnya. Kalau sakit klepto, pastilah jumlah yang diambil cuma sedikit. Kalau berpuluh atau beratus milyar, tentu itu bukan terpaksa ataupun klepto.

Jangan-jangan mereka tidak percaya Tuhan itu ada. Kalau percaya Tuhan nya ada, mungkin mereka pikir Tuhan nya bisa tidak adil dan bisa tidak menghukum pencuri rakus. Mereka pikir Tuhan nya membiarkan mereka mencuri dengan rakus dan berpesta pora dengan hasil curiannya. Tuhan nya bahkan menetapkan bencana pada rakyat jelata bukan kepada mereka sebagai hukuman. Mereka ini seperti demikian disayang oleh Tuhan nya.

Atau, jangan-jangan mereka tidak beragama?

Wa ALLAH a’lam.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: