jump to navigation

Shalat Supaya (Juga) Bahagia dan Sehat July 21, 2011

Posted by merenung in Jum'at, Kesehatan.
Tags: , , , ,
trackback

Riwayat  yang menceritakan Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA terkena anak panah yang kemudian dicabut oleh sahabat lainnya pada saat menjalankan shalat, para ustadz menjelaskan dengan kata “khusyuk”. Begitu khusyuk nya Beliau Radhiyallahu Anhu shalat, anak panah itu tidak terasa saat dicabut, demikian penjelasannya.  Bagaimana kok sampai dicabut tidak terasa? Seperti apa khusyuk itu? Apakah khusyuk itu semacam trance (tidak sadarkan diri)? Seperti itu pertanyaan didalam kepala ini.

Entah bagaimana orang lain, tapi aku sesekali mencoba mencari bagaimana khusyuk itu. Dan rasanya sulit sekali mencapai bayangan itu. Kalau membayangkan saja tidak mungkin, bagaimana memahami apalagi mengalaminya.

Membaca buku The Miracle of Endorphin, karangan Dr. Shigeo Haruyama (lahir tahun 1940 di Kyoto, seorang dokter bedah lulusan Universitas Tokyo), mungkin adalah “salah satu” jawaban mengapa anak panah itu tidak terasa waktu dicabut. Bagaimana tidak, sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Shigeo Haruyama, beta-endorhin  merupakan hormon yang dihasilkan otak yang berkhasiat dan bekerja lima atau enam kali lebih kuat dibandingkan obat bius (halaman 32). Karenanya hormon ini memiliki efek analgesic (penghilang rasa sakit). Dan karenanya kita menjadi mengerti cara kerja pembiusan akupuntur Cina. Di Cina, sejak dahulu operasi dilakukan tanpa anestesi dan pasien sepenuhnya dibius dengan jarum-jarum akupuntur (halaman 72).

Hormon yang satu ini disebut Hormon Kebahagiaan oleh Dr. Shigeo Haruyama. Dan mengapa otak memproduksi hormon jenis ini? “Saya yakin bahwa dengan itu, alam ingin memaksa kita untuk hidup bahagia”, menurut Dr. Shigeo Haruyama (halaman 32). Kalau ALLAH menciptakan kita dan memaksa kita untuk hidup bahagia (dengan Hormon Kebahagiaan itu), mengapa kita lihat banyak diantara kita yang hidup tidak bahagia?

Shalat pasti salah satu yang merangsang otak kita memproduksi hormon kebahagiaan (endorphin ) itu. Ritual yang kadang dipandang dengan kurang sepadan seperti berwudhu, sepertinya (ingin) dijelaskan oleh Dr. Shigeo Haruyama dengan pemijatan tsubo pada wajah yang merangsang  sekresi hormon kebahagiaan. Atau gerakan meditasi yang diajarkannya, pastilah sudah komplit diwakili dengan gerakan shalat yang sempurna itu. Ya ALLAH, betapa Engkau memaksa kami untuk bahagia dan sehat dengan “perintah” shalat-Mu.

Karena sudah sedikit mengerti, tinggal bagaimana berusaha shalat yang benar. Bukan saja untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, tapi juga membuat kita bahagia dan sehat. Ya ALLAH ajari kami shalat yang khusyuk.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: